This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.


Desain dan Struktur Organisasi

0 komentar

Desain dan Struktur Organisasi


   1.     Dimensi Stuktur Organisasi
Dimensi struktur organisasiStruktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan pada organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang tidak direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.

Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.

Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
1.             Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
2.             Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
3.             Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

   2.     Departemenlisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1.             Fungsi
2.             Produk atau jasa
3.             Wilayah
4.             Langganan
5.             Proses atau peralatan
6.             Waktu
7.             Pelayanan
8.             Alpa-numeral
9.             Proyek atau matriks
Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan–kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

   3.     Model-model Desain
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik :

1.             Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan. Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat. Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental. Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif. Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok. Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2.             Desain Orgranisasi Orgranik.
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.

Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.

   4.     Implikasi Manajerial Desain dan Stuktur Organisasi
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.


Contoh Kasus Komunikasi dan Pengambilan Keputusan Dalam Berorganisasi

0 komentar

Contoh Kasus Komunikasi

PT Golden Castle , bergerak dalam bidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan oleh adanya miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam perusahaan mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan.
Perusahaan manapun pasti pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai daAri derajat dan lingkup permasalahan yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen.
Contoh lainnya dari permasalahan yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak permasalahan dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan.


Soal :
  1. Apakah masalah yang dihadapi pada kasus di atas?
  2. Bagaimana cara menyelesaikan masalah di atas ?


Jawab :

  1. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Golden Castle disebabkan oleh adanya miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam perusahaan mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan
  2. Terkadang banyak perusahaan yang tidak transparan terhadap pendapatan perusahaan dan pembagian gaji/upah karyawan. Lalu perusahaan seharusnya lebih banyak memberikan informasi tentang keadaan perusahaan agar para karyawan juga bisa mengerti keadaan perusahaan.


Contoh Kasus Pengambilan Keputusan

Kasus Kekecewaan Pelanggan Perusahaan Apple Terhadap Penurunan Harga Iphone

Pada tanggal 5 September 2007, Steve Jobs, CEO Perusahaan Apple melakukan praktek diskriminasi harga sebagai strategi pemasarannya yaitu menurunkan harga product iPhone mereka yang sangat sukses sejumlah $200 dari harga semula sebesar $599 yang merupakan harga perkenalan yang sudah sejak dua bulan. Tak perlu  dibicarakan, dia menerima email yang sangat banyak dari para pelanggan yang kecewa dan marah. Dua hari kemudian,  Steve Jobs menawarkan $100 kredit yang dapat di gunakan di toko Apple dan online store kepada para pelanggan yang sudah membayar harga penuh. Apakah keputusan untuk mengurangi $200 dan sikap untuk melakukannya tepat dari sudut pandang etika?
Seandainya pihak management Apple melakukan sniff test sebelum mengambil keputusan mungkin mereka memiliki kesimpulan bahwa ibu mreka tidak akan bangga atau nyaman dengan keputusan tersebut. Sama halnya, mungkin mereka akan sadar bahwa pengurangan harga juga bertentangan dengan kode etik pelayanan pelanggan Apple. 
Jika Apple hanya melihat dari sisi pemegang saham dalam mengambil keputusan tersebut, mereka akan sadar selain pelanggan awal yang terkena imbas, perusahaan Apple sendiri ternoda dan itu bisa juga berimbas terhadap pelanggan lain yang mereka coba untuk dekati. Sebagai tambahan, para pekerja Apple yang mana banyak diantara  mereka sudah tergoda oleh reputasi Apple yang kuat yang selalu menyediakan solusi yang inovatif dengan standar tinggi akan dipertanyakan oleh company mothers, yang mana akan melemahkan komitmen dan kesetiaan mereka.

Soal :
  1. Apakah masalah yang dihadapi pada kasus di atas?
  2. Bagaimana cara menyelesaikan masalah di atas ?

Jawab :

  1. Kepemimpina yang mengambil keputusan sepihak yang hanya menguntungkan pemilik saham dan perusahaan. Dan menyebabkan pembeli yang membeli apple dengan harga awal tidak suka dengan harga kebijakan yang dipakai untuk menaikkan banyaknya penjualan apple.
  2. Jika perusahaan apple ingin menaikkan penjualan produksinya dengan menurunkan harga. Sebaiknya harga diturunkan per-periode atau tidak terlalu jauh dengan harga sebelumnya. Semua harus dilakukan bertahap dan terproses.


Contoh Kasus Teamwork dan Kepemimpinan

0 komentar

Contoh Kasus Teamwork

Teamwork perawat rumah sakit umum daerah x

Rsud x merupakan salah satu rumah sakit umum yang berada di daerah x. Dengan visi menjadi rumah sakit umum yang diminati oleh masyarakat, RSUD X selalu berusaha untuk berbenah diri agar dapat bertahan ditengah persaingan pertumbuh rumah sakit di daerah tersebut rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan dilapangan menunjukan bhawa usaha yang telah dilakukan oleh pihak RSUD X belum menunjukan jasil yang maksimal. Munculkan keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang dberikan pihak RSUD X dan jumlah pasien ang belum menunjukkan peningkatan adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X belum mampu untuk mewujudkan visi tersebut.
Berdasarkan wawancara awal diperoleh informasi mengenai ketidak puasaan pasien terhadap kualitas pelayan yang diberikan oleh RSUD X khususnya pada bagian keperawatan. Oleh sebab itu pelayanan keperawatan dalam upaya pelayanan kesehatan dirumah sakit merupakan faktor penentu citra dan kualitas rumah sakit.
Perawat adalah tumpuan semua kegiatan yang ada dan salah satu sumber keberhasilan atau kegagalan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam menyelanggarkan tugas keperawatan secara bersama para perawat dituntut untuk saling bekerja sama dan saling mendukung. Kinerja time perawat yang efektif akan berbuah pada pencapaian kualitas pelayanan yang maksimal.

Soal :
1. Apakah Masalah Yang Dihadapi Oleh Rsud X ?
2. Bagaimana Cara Menyelesaikan Masalah Tersebut ?

Jawab :

1. Masalah yang dihadapi oleh rsud x adalah dimana sebuah rsud mengalami komplain berdasarkan wawancara yang dilakukan orang yang mensurvey, yang didapatkan informasi tentang mengenai ketidak puasan pasien terhadap kualitas pelyanan yang diberikan oleh RSUD X khususnya pada bagian keperawatannya.

2. Cara menyelesaikan masalah tersebut dengan meningkatkan pelayanan keperawatan dalam upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan faktor penentu citra dan kualitas rumah sakit. Dan Perawat itu sendiri merupakan tumpuan semua kegiatan yang ada dan salah satu sumber keberhasilan atau kegagalan pelayanan kesehatan di rumah sakit.



Contoh Kasus Kepemimpinana

HARTOYO SEBAGAI MANAJER

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentar. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukaan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya kepada Drs. Abdul Hakim, AK, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendegnar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “ dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengaharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Pernyataan Kasus :
  1. Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh hartoyo ? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya ? Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan dulu sewaktu ditentara
  2. Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat merubah gaya



Jawab :

1. Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh hartoyo adalah kepemimpinan yang mengambil keputusan dengan sesuka hati, dimana bawahan lebih mengharapkan pemimpin dengan mengambil keputusan dari pihak mereka.

Keuntungan dan kelemahannya :
Keuntungan dari gaya kepemimpinan otoriter adalah  tidak ada satupun yang bisa menghalangi keputusan yang telah dia buat, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah yang dilakukan selalu penuh perhitungan dan sistematis.

Kelemahan dari gaya kepemimpinan otoriter adalah bawahan akan merakasan suasana yang kaku, dan  tegang,  sehingga mengakibatkan timbulnya ketidak puasan karena pemimpin meniadakan inisiatif, selain itu juga dapat menimbulkan permusuhan antara bawahan dan pemimpin, keluhan dari bawahannya tentang pemimpinannya, dan lainnya.

2. Bila hartoyo tidak merubah gaya kepemimpinannya, akan berakibat banyaknya karyawan yang tidak puas dengan kepemimpinan Hartoyo, sehingga para karyawan banyak yang minta untuk dipindah tugaskan, keluar dari perusahaan, atau bahkan hal terburuknya karyawan meminta pada pemilik perusahaan untuk memecat hartoyo sebagai manajer menengah departemen produksi.

Saran dari saya perusahaan bisa membuat suatu acara dengan latar belakang kebersamaan yang dilakukan dengan kerja tim yang tidak tepusat pada satu orang saja, melainkan semua anggota tim ikut dalam memecahkan suatu kasus yang diberikan pada acara tersebut, sehingga akan timbul kekompakan, kreativitas, dan semangat kerja yang tinggi dalam tim tersebut.

TUGAS 1 ( TOU )

1 komentar

       MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM

       1.   Arti Penting Organisasi dan Metode

Rangkaian proses kegiatan harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan. Maksudnya adalah organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya, penting bagi kegiatan manajemen, dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia, dan berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.

1.1.         Pengertian Organisasi
Organisasi identik dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yagn tergabung dalam suatu sistem. Pengertian organisasi itu sendiri adalah wadah bagi sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan organisai itu sendiri terbentuk dari berbagai individual yang memiliki kepentingan yang sama.

1.2.         Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan.

1.3.         Manajemen dan Tata Kerja

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana agar sumber sumber dan waktu yang tersedia
dana sangat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen
dapat dilaksananakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan penncapaian tujuan sudah
dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada
pokoknya ditujuan untuk :

a          a)  Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber sumber dan waktu yang
                 tersedia
            b)  Menghindari kemacetan kemacetan dan kesimpasiuran dalam proses pencapaian tujuan
            c)  Menjamin adanya pembagian kerja waktu dan koordinasi yang tepat


1.4.         Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Manajemen merupakan proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
Organisasi sebagai alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja
sama. Tata kerja yaitu cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan
sehingga tujuan tercapai efisien.

     2.   Ciri-Ciri, Unsur dan Teori Organisasi
         Ilmu Organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki. Organisasi berada dimana-mana, di
              mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti
              organisasi pemerintah. Adapun ciri ciri organisasi adalah:
 a)   Mempunyai tujuan dan sasaran.
 b)  Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
 c)  Adanya kerja sama dari sekelompok orang.
 d)  Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang.

Setiap bentuk organisasi pasti memiliki unsur-unsur tertentu, antara lain sebagai berikut :

ü  Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan
istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga
organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator)
sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit
satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja
(nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi
(man power) organisasi.

ü  Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan
secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau
semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator,
manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man
power) organisasi.

ü  Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang
akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus
dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur,
program, pola (network).

ü  Peralatan(Equipment)
Peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang,
dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

ü  Lingkungan
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Kebijaksanaan,
strategi, anggaran, dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.


Teori Organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja di dalam sebuah organisasi. Salah satu
teori organisasi, diantarannya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan
fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Teori Organisasi meliputi :

Ø  Teori Organisasi Klasik
Teori klasik diesbut juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi yang
mendefinsikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila
orang-orang bekerja sama.  Teori ini dibagi 3 aliran yaitu :

    a)   Teori Birokrasi: Dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic
          and Spirit of Capitalism.
    b)  Teori Administrasi : Dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall
          Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika. Manajemen Ilmiah :
          dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.

Ø  Teori Organisasi Neoklasi
Teori ini dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi. Teori dasar ini menekankan pentingnya
aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok
kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi”
sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Dalam hal pembagian kerja, teori ini
mengemukakan perlunya :

    a)   Partisipasi, yaitu melibatkan sesorang dalam proses pengambilan keputusan.
    b)   Perluasan kerja(job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
    c)   Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior.

Ø  Teori Organisasi Modern
Teori in mlihat bhwa smua unsure organisasi merupakan kesatuan yang saling tergantungan

Ciri-ciri Organisasi Modern :
a) Organisasi bertambah besar

b) Pengolahan data semakin cepat
c)   Penggunaan staf lebih intensif
d)  Kecendrungan spesialisasi
e)  Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi



3.   Macam-Macam Organisasi dari Segi Tujuan
    31.        Organisasi Niag
Adalahorganisasi yang tujuanutamanyamencapaikeuntungan, dikehidupan globalisasi saat ini
organisasi sering ditemui, faktor ekonomi yang makin berkembang membuat organisasi niaga
makin pesat.Contohnya :
a) Perseroan terbatas (PT), adalah suatu badan hukum yang menjalankan usaha yang memiliki
   modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang
   dimilikinya.
b) Perseroan Komanditer (CV), suatu persekutuan yang didirikan oleh kelompok yang
    mempercayakan uang atau barang kepada kelompok lainnya yang menjalankan perusahaan
    dan bertindak sebagai pemimpin. Bentuk CV dibagi 3 yaitu, CV Murni, CV Campuran, dan
     CV Bersaham.
c) Joint Ventura, adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk
    menjalankan aktivitas ekonomi bersama.
d) Firma (FA), adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang
    atau lebih dengan memakai nama bersama.
e) Koperasi, adalah organisasi bisinis yang dimiliki dan dioperasikan oleh tiap orang demi
    kepentingan bersama. Prinsip koperasi yaitu gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas
    kekeluargaan. Jenisnya : Koperasi pembelian, koperasi penjualan, koperasi produksi,
    koperasi jasa.
f) Trust, peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru sehingga
   diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contohnya Bank Mandiri yang merupakan
   gabungan dari beberapa Bank.
g) Kartel, kelompok produsen inidependen yang bertujuan menetapkan harga, untuk
     membatasi suplai dan kompetisi.
h) Holding Company, adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau
    saham perusahaan lainnya.


KelebihanOrganisasiNiagayaitu sebagai berikut :
a.       Memiliki sumber dana yang lebih besar.
b.      Kewajiban terbatas.
c.       Ukuran yang besar.
d.      Jangka waktu hidup lebih lama.
e.       Kepemilikan mudah berpindah.
f.       Manajeman profesional.
g.      Kemudahan untuk menarik karyawan yang berpotensi

KekuranganOraganisasiNiaga yaitu sebagai berikut :
a.       Biaya pendirian mahal.
b.      Kesulitan kontrol.
c.       Administrasi yan rumit.
d.      Pengenaan pajak berganda.


       3.2         Organisasi social
              Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
            Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal ada dua jenis organisasi sebagai berikut :

                     1) Organisasi Formal
Organisasi Formal sifatnya lebih teratur, mempunyai struktur organisasi yang resmi, serta
perencanaan dan program yang akan dilaksanakan secara jelas.
Contohnya : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain.

   2) Organisasi Informal
 Karena sifatnya tidak resmi, pada organisasi ini kadangkala struktur organisasi tidak
 begitu jelas/bahkan tidak ada. Begitu juga dengan perencanaan dan program-program
 yang akan dilaksanakan tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, kadang-kadang terjadi
 secara spontanitas.
 Contohnya : kelompok pecinta puisi disekolah, fans club suatu grup musik, dan lain
 sebagainya.

Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
-          JalurKeagamaan
-          JalurProfesi
-          JalurKepemudaan
-          JalurKemahasiswaan
-          JalurKepartaian&Kekaryaan

KelebihanOrganisasiSosialyaitu :
§  Semua murni dilakukan dengan ikhlas, tidak untuk mencari keuntungan
§  Pelayanan terhadap masyarakat sangatlah baik
§  Rasa solidaritas tinggi

Kekurangan Organisasi Sosial yaitu :
§  Kapasitas hasil kerja relative rendah karena anggotanya terbatas
§  Banyak kesulitan untuk mengambil keputusan karena keterlibatan bawahan tidak
   terbatas
§  Banyak waktu luang yang dipergunakan di luar lingkup organisasi

3.3         Organisasi Regional danInternasional
                        Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara
                            tertentu saja. Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional,
                            dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.

Keuntungan Organisasi Regional :

ü  Dalam menyelesaikan sengketa internal kawasan, salah satu peran utama Organisasi Regional adalah sebagai menjadi wadah dalam berkonsultasi, menyelenggarakan dan menyediakan suatu forum negosiasi bagi negara-negara anggota baik dalam situasi konflik maupun dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan konflik.
ü  Organisasi Regional juga kadang berperan sebagai mediator dalam konflik-konflik internal kawasan. Dengan wewenangnya, Organisasi Regional merancang sebuah prosedur resolusi konflik untuk menyelesaikan perselisihan antara negara-negara anggota.
ü  Organisasi regional juga dapat melakukan penyelidikan terhadap konflik yang terjadi antara negara-negara anggotanya.
Kelemahan Organisasi Regional :

ü  Keterikatan Organisasi Regional pada batas-batas geografis kawasan melemahkan
    kemampuannya untuk menyelesaikan konflik intra-regional hingga ke titik terendah.
ü  Organisasi Regional tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam konflik domestik negara
    negara anggotanya, konflik seperti; revolusi, perang sipil, dan peristiwa merusak lainnya.
ü  Minimnya dana dan keterbatasan sumberdaya Organisasi Regional menyebabkan
    Organisasi Regional menjadi sangat bergantung pada sumberdaya yang dimiliki oleh
    negara anggota dalam setiap upaya penyelesaian konflik.

Contoh dari organisasi regional :
a.       APEC ( Asian Pacific Economic Cooperation )
b.      EEC ( Europe Eonomic Community )
c.       ASEAN ( Association Of South East Asian Nation )

Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dalam tata hubungan internasional. Organisasi Internasional memiliki ruang lingkup yang lebih besar dari pada Organisasi Regional, Organisasi Internasional wilayah yang terlibat didalamnya mencakup seluruh Negara di dunia. Contoh organisasi Internasional :
a.       PBB, adalah sebuah organisasi internasioal yang anggotanya hampir seluruh negara di
      dunia.
b.      NATO, sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada
     tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang
     ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949.
c.       ASEAN, merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di
      Kawasan Asia Tenggara.
d.      OKI, adalah sebuah organisasi antar pemerintah yang menghimpun 57 negara di
      dunia.


KelebihanOrganisasi Regional dan Internasional :
§  Kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
§  Pengambilan keputusan lebih cepat.
§  Solidaritas karyawan tinggi.
§  Biayanya rendah.

Kekurangan Organisasi Regional dan Internasional :
§  Bergantung pada satu pimpinan, sehingga jika seseorang tidak mampu bekerja dengan
   baik akan mempengaruhi kelangsungan hidup organisasi tersebut.
§  Adanya kecenderungan pimpinan untuk bertindak otokratis.
§  Perkembangan kesempatan karyawan terbatas



Sumber : https://rithofanialreza.wordpress.com/
            http://rezanuryanto.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-organisasi-niaga-sosial.html
           https://putriningtiassari.wordpress.com/2014/11/13/macam-macam-organisasi-dari-segi-tujuan/
http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22299/P+3+ciri-unsur-organisasi.pdf